Logo

Artikel

Natal: Datangnya Sang Surya Pagi (Lukas 1:78)

Pdt. Farlen Tatukude - 21 Desember 2025, 11:14

Sang Surya

Sebagian orang di dalam dunia ini percaya bahwa matahari adalah sumber kehidupan. Maka, mereka menyembah matahari karena dari situlah datang kehidupan. Di zaman dahulu, ada orang-orang Mesir yang menyembah matahari, karena mereka menganggap itu sebagai dewa. Dewa Amon-Ra adalah dewa matahari bagi orang Mesir. Di zaman sekarang, rakyat Jepang masih menyembah matahari dan ada kuil khusus untuk penyembahan kepada dewa matahari, yaitu kuil Ise yang terletak di daerah Miyazaki.

Memang matahari menyimpan kekuatan yang sangat besar, karena tanpanya tidak ada kehidupan. Namun, sesungguhnya yang menyembah matahari adalah orang yang bodoh, sebab mereka tidak menyadari bahwa matahari hanyalah ciptaan Tuhan. Dan, sesungguhnya Tuhan adalah Matahari yang sejati. Sang Matahari itu pernah datang ke dalam dunia. Dialah Tuhan Yesus Kristus, Sang Anak Allah yang Mahatinggi. Seharusnya, mereka bukan menyembah matahari, tapi menyembah Tuhan Yesus.

Mungkin Anda juga tertarik

Galileo diadili gereja karena dia mengatakan hal yang "berbeda" dengan Alkitab. Namun, waktu membuktikan bahwa Galileo lah yang benar. Jadi, apakah Alkitab itu salah dan sains yang benar?

Yesus mengajarkan untuk membakar diri sendiri bagi Tuhan dan orang lain. Berarti kita dipanggil untuk menjadi korban (offering, bukan victim)