Logo

Artikel

Galileo vs. Alkitab

Vik. Farlen Tatukude - 15 Juni 2024, 18:47

Galileo Galilei, seorang astronom Italia, berani menentang pandangan Gereja yang saat itu berkuasa. Galileo memegang keyakinan bahwa bumi mengitari matahari dan bukan sebaliknya (teori Heliosentrisme). Ia meyakini bahwa Bumi bukanlah pusat tata surya, melainkan Matahari. 

Keberaniannya ini mengantarkannya pada masa-masa sulit, bahkan dihukum oleh Gereja. Galileo diadili gereja karena dia mengatakan hal yang "berbeda" dengan Alkitab. Namun, waktu membuktikan bahwa Galileo lah yang benar. 

Sekarang kita tahu bahwa Galileo lah yang benar. Jadi, apakah Alkitab itu salah dan sains yang benar?

Sains bisa saja terus berkembang (seperti pemahaman dari geosentris menjadi heliosentris), tapi itu tidak membuktikan bahwa Alkitab keliru dan kehilangan otoritas. Itu hanya membuktikan bahwa para ilmuwan (khususnya yang Kristen) & teolog perlu menyesuaikan interpretasi mereka tentang Alkitab dengan lebih tepat lagi, sebenarnya alam & Alkitab adalah sama-sama merupakan penyataan tentang Allah.

Galileo menunjukkan bahwa sains dan iman dapat berjalan beriringan, saling melengkapi dalam pencarian kebenaran.

Mungkin Anda juga tertarik

Kisah pada pasal 26 ini dapat disandingkan dengan cerita Yesus yang membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes pergi bersamanya sendirian pada pasal 17.

Di dalam kisah salib Yesus ternyata ada begitu banyak ironi yang dapat kita jumpai. Ironi-ironi tersebut dapat membawa kita memuliakan Tuhan, dan bersyukur kepadaNya.