Galileo vs. Alkitab
Vik. Farlen Tatukude - 15 Juni 2024, 18:47
1. Apakah Galileo mau melawan Alkitab?
Tidak!
Galileo sendiri adalah seorang Kristen. Dia mau mencari kebenaran. Ketika dia mencari, dia mendapati bahwa pemahaman yang ada pada saat itu salah.
2. Apakah Alkitab benar mengajarkan geosentris (bumi adalah pusat tata surya)?
Yosua 10:12-13 (TB)
Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!"
Maka berhentilah matahari dan bulan pun tidak bergerak, sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.
Apakah benar tujuan Alkitab mengatakan hal tersebut?
Kita harus ingat bahwa Alkitab bukan buku IPA.
Alkitab hanya menggunakan kalimat biasa untuk menjelaskan fenomena alam. Misalnya, kita biasa mengatakan matahari terbit di timur, dan terbenam di barat. Berdasarkan kalimat ini, seolah-olah yang bergerak adalah matahari, bukan bumi.
3. Bukan Alkitab yang salah, tetapi gereja yang keliru dalam menafsirkan Alkitab
Ajaran Gereja harus direformasi berdasarkan Alkitab. Di situlah Tuhan memakai Galileo untuk membenarkan apa yang ada di dalam gereja.
Hal ini sama seperti apa yang Martin Luther lakukan. Meskipun tidak mempengaruhi keselamatan, hal ini mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan di abad-abad berikutnya.
Galileo bukan ateis. Karena dia Kristen, maka dia berusaha mencari kebenaran. Ketika dia mendapatkan kebenaran, dia mau menceritakannya.
Kita harus mencari kebenaran, bukan hanya di bidang teologis, tetapi di semua bidang.
Jangan anggap Firman Tuhan seperti buku sains.
Alkitab itu buku kehidupan!
Alkitab menjelaskan hal-hal yang dapat dimengerti semua orang.
Alkitab terutama bukan masalah sains atau fakta secara ilmu, tetapi masalah meaning, yaitu Tuhan ingin menunjukkan bahwa Dia setia kepada janji-Nya terhadap umat-Nya.
