Logo

Artikel

Haruskah Aku Berelasi Dengan Sesama Manusia?

Vik. Farlen Tatukude - 30 Agustus 2024, 10:07

Berelasi dengan tuhan dan sesama

Relasiku dengan Tuhan sudah cukup! Aku tidak perlu relasi dengan orang lain. Benarkah pandangan demikian?

Ini adalah pandangan yang salah. Tuhan kita bukanlah Tuhan yang posesif. Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk sosial. Kita membutuhkan interaksi dan hubungan dengan orang lain untuk bertumbuh dan berkembang. Alkitab penuh dengan ajaran tentang kasih dan kepedulian terhadap sesama.

Kita dipanggil untuk mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati dan jiwa, dan mengasihi sesama manusia seperti diri kita sendiri. Dia mau kita berelasi dengan Dia dan buahnya adalah kita juga berelasi dengan orang lain. 

1 Yohanes 4:20-21
Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.

Mengasihi sesama adalah bukti kita punya relasi dengan Tuhan. Relasi dengan orang lain menjadi rusak kalua relasi kita dengan Tuhan tidak beres.

Mungkin Anda juga tertarik

Tuhan pernah berjanji kepada Daud bahwa dari keturunannya akan muncul seorang raja yang kerajaannya akan kokoh selamanya. Bagaimana dengan kita di zaman ini? Janji apakah yang kita nantikan dan imani?

Kedatangan Kristus membawa kehangatan kepada manusia di bumi, yaitu kehangatan kasih Allah. Bagaimana kasih ini dinyatakan? Maukah kita menerima kehangatan kasih Allah?