Logo

Artikel

Haruskah Aku Berelasi Dengan Sesama Manusia?

Vik. Farlen Tatukude - 30 Agustus 2024, 10:07

Berelasi dengan tuhan dan sesama

Elia minta agar Tuhan mengambil nyawanya (1 raja-raja 19) 
Elia depresi karena merasa sendirian. Dia berpikir dirinya dengan Tuhan sudah cukup sehingga sudah tidak ada persekutuan dengan orang lain. Padahal, ada 7000 orang lainnya yang Tuhan siapkan juga untuk melayani Tuhan.

Amsal 27:17 "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya."
Hal ini jangan diartikan kita harus saling berantem, tetapi poinnya adalah sebagai saudara seiman, kita harus saling menguatkan dan saling mendorong supaya saudara kita semakin giat melayani Tuhan.

Lalu, apakah kita tidak bisa hidup tanpa relasi dengan orang lain?

Kita harus hati-hati, jangan-jangan orang lain sudah menjadi berhala bagi kita. Hidup kita menjadi sangat bergantung kepada orang lain, bukan kepada Tuhan.

Solusinya adalah kita harus punya dulu relasi yang benar dengan Tuhan, barulah kita bisa berelasi dengan orang lain secara benar.

Relasi dengan Tuhan dan sesama adalah dua hal yang saling melengkapi dan memperkuat. Relasi dengan Tuhan memang yang paling utama, tetapi kita tidak dapat memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan tanpa juga memiliki hubungan yang benar dengan sesama.

Relasi paling Utama adalah dengan Kristus. Relasi dengan sesama adalah buah relasi kita dengan Kristus. Jika relasi kita dengan Kristus rusak, maka relasi kita dengan sesama pun ikut rusak.

Mungkin Anda juga tertarik

Anggapan bahwa Alkitab dan Sains bertentangan adalah keliru. Kedua bidang ini justru saling mendukung dan membantu kita memahami kebesaran Tuhan dengan lebih baik.

Tanpa Godly Zeal, kita tidak akan mungkin mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa & kekuatan kita. Tapi, pertanyaannya adalah apakah yang dimaksud dengan Godly Zeal?