Terang dari Allah
Vik. Farlen Tatukude - 13 Maret 2024, 11:12
Kejadian 15:7-12, 18-21
15:7 Lagi firman TUHAN kepadanya: "Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu. "
15:8 Kata Abram: "Ya Tuhan ALLAH, dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya? "
15:9 Firman TUHAN kepadanya: "Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati."
15:10 Diambilnyalah semuanya itu bagi TUHAN, dipotong dua, lalu diletakkannya bagianbagian itu yang satu di samping yang lain, tetapi burung-burung itu tidak dipotong dua.
15:11 Ketika burung- burung buas hinggap pada daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya. 15:12 Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan. Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, maka kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu.
15:18 Pada hari itulah TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat:
15:19 yakni tanah orang Keni, orang Kenas, orang Kadmon,
15:20 orang Het, orang Feris, orang Refaim,
15:21 orang Amori, orang Kanaan, orang Girgasi dan orang Yebus itu."
Kejadian 15 merupakan salah satu eposide yang paling menarik dalam hidup Abraham.
Bagi seorang yang nomaden, janji bahwa akan adanya tanah yang akan dimiliki merupakan sesuatu yang sangat menenangkan, tapi sekaligus juga sangat sulit untuk dipercaya. Maka, merupakan sesuatu yang alamiah jika Abraham meresponi janji Tuhan (ayat 7: Akulah TUHAN yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini menjadi milikmu) dengan suatu permintaan untuk adanya jaminan (ayat 8: “Ya Tuhan ALLAH dari manakah aku tahu, bahwa aku akan memilikinya?). Namun, yang mengejutkan bukanlah permintaan tersebut, tetapi tanda yang Allah berikan.
Binatang dibawa kepada Allah, dipotong menjadi dua, lalu diletakkan berhadap hadapan. Penulis Kejadian menunjukkan dengan jelas bahwa ketika matahari terbenam, Abraham bukan hanya tertidur tetapi juga ada gelap gulita yang mengerikan turun. Di dalam tebalnya kegelapan itu, ada perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara potongan-potongan daging itu. Dan, cerita ini berakhir dengan pernyataan bahwa TUHAN mengadakan perjanjian dengan Abraham (ayat 18).
