Natal: Datangnya Sang Pahlawan Perang (Lukas 1:49)
Pdt. Farlen Tatukude - 25 Desember 2025, 17:46
Jika kita membaca Lukas 1:49, di situ tidak disebutkan istilah “Pahlawan Perang”, melainkan yang dikatakan di situ adalah Tuhan Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepada umatNya. Akan tetapi, ketika Maria menunjuk kepada Tuhan Mahakuasa, itu artinya adalah Tuhan sebagai Pahlawan Perang. Ada tiga bagian Alkitab yang paling tidak menyatakan bahwa Tuhan yang Mahakuasa berkaitan dengan Dia sebagai Pahlawan Perang, yaitu Kel. 15:2-3; Maz. 24:8; Zef. 3:17.
Sebagai Pahlawan Perang, Dia memiliki reputasi sebagai Allah yang berperang bagi orang-orang yang sengsara. Di dalam kitab Keluaran disaksikan bagaimana Sang Pahlawan Perang mengeluarkan orang Israel dari Mesir melalui tulah-tulah yang diberikan sampai pada akhirnya menenggelamkan kereta-kereta perang Mesir. Orang Israel adalah orang-orang yang sengsara selama berada di Mesir, karena mereka tergolong sebagai orang yang miskin, janda, yatim dan asing. Namun, bagi orang-orang yang di dalam golongan seperti inilah, Sang Pahlawan Perang akan berperang bagi mereka. Bahkan, Israel pun setelah mereka sudah dilepaskan dari Mesir, berulang kali, Tuhan mengingatkan mereka agar memperhatikan orang-orang asing, miskin, janda, yatim dan asing. Sebab, Tuhan mengatakan bahwa mereka dulu adalah orang-orang yang demikian.
Dengan lahirnya Sang Raja dari keturunan Daud, Maria menyadari bahwa Tuhan yang Mahakuasa kembali lagi akan berperang di dalam dunia, memberikan kemenangan bagi orang-orang yang sengsara, yaitu para yatim, janda, miskin dan asing. Maria sendiri adalah orang yang demikian, paling tidak sebagai orang asing dan miskin, karena dia adalah wanita (strata yang rendah saat itu, karena tidak ada pendidikan) yang berasal dari kota kecil, Nazaret, dan hidup di bawah kekuasaan kerajaan Romawi. Maka, bagi Maria, Tuhan yang Mahakuasa akan kembali lagi berperang di dalam dunia ini melalui bayi yang akan lahir ini, karena Dia bukan bayi biasa, melainkan adalah Anak Allah, Yang Mahatinggi. Jadi, sesungguhnya, Tuhan Yesus Kristus, Dialah Sang Pahlawan Perang.
Namun, sesungguhnya Sang Pahlawan Perang ini bukan pertama-tama menyelamatkan orang-orang yang sengsara secara social, melainkan justru sengsara secara spiritual. Bukankah manusia yang berdosa adalah orang-orang yang miskin, yatim, janda dan asing di hadapan Tuhan? Bukankah orang berdosa adalah orang miskin, oleh karena kita tidak memiliki kekayaan rohani dalam sorga (Efesus 1:3)? Bukankah orang berdosa juga adalah anak yatim, karena kita belum dapat memanggil Tuhan sebagai Bapa kita (Roma 8:15)? Bukankah orang berdosa adalah para janda, karena kita belum disatukan dengan Sang Mempelai Pria yang Sejati, yaitu Yesus Kristus (Efesus 5:25)? Dan, bukankah orang berdosa adalah orang asing, karena kita belum termasuk warga kerajaan Allah (Filipi 3:20)?
