Natal: Kesetiaan Allah (Lukas 1:32-33)
Pdt. Farlen Tatukude - 23 Desember 2025, 09:11
Sekitar 1000 tahun sebelum Yesus lahir, Tuhan pernah berjanji kepada Daud bahwa dari keturunannya akan muncul seorang raja yang kerajaannya akan kokoh untuk selamanya (2 Samuel 7:12-13). Banyak yang berpikir bahwa janji Tuhan tersebut tergenapi di zaman Salomo. Memang salah satu isi dari janji Tuhan kepada Daud adalah bahwa anaknya akan mendirikan rumah bagi Tuhan. Daud merindukan untuk membangun rumah bagi Tuhan, bait Allah, tapi tidak diijinkan oleh Tuhan. Yang Tuhan ijinkan adalah anaknya, yaitu Salomo. Namun, kerajaan Salomo tidak berdiri selamanya, melainkan setelah zamannya, kerajaan Israel terpecah menjadi dua bagian, utara dan selatan. Maka, janji Tuhan yang diberikan kepada Daud harusnya masih menunggu penggenapan selanjutnya, tidak menjadi tuntas di dalam diri Salomo.
Dapat kita bayangkan bahwa orang Israel makin lama makin menjadi pesimis dengan janji tersebut, bahkan sangat mungkin mengira bahwa itu hanyalah isapan jempol belaka. Bagaimana tidak, setelah kerajaan pecah, masing-masing kerajaan dikuasai oleh kerajaan asing, yaitu Asyria (untuk kerajaan utara) dan Babel (untuk kerajaan selatan). Orang Israel mengalami pembuangan. Memang, setelah pembuangan, oleh karena Raja Koresh, maka rakyat Yehuda berangsur-angsur diijinkan pulang ke tanah mereka. Namun, mereka tidak pernah kembali menjadi suatu bangsa. Bahkan, di dalam permulaan Perjanjian Baru, orang-orang Yahudi berada di bawah kekuasaan Romawi. Sangat bisa dibayangkan bahwa banyak orang makin tidak percaya dengan janji Tuhan, bahkan menjadi tidak peduli. Seribu tahun sudah berlalu.
