Logo

Artikel

Natal: Kesetiaan Allah (Lukas 1:32-33)

Pdt. Farlen Tatukude - 23 Desember 2025, 09:11

Kesetiaan Allah

Namun, tidak demikian dengan Maria. Seorang wanita muda, sederhana, miskin, dari kota kecil, yaitu Nazaret. Dia tidak menjadi dingin terhadap janji Tuhan, melainkan dia masih menanti. Mungkin saja dia berpikir bahwa bisa juga janji tersebut belum terjadi di zaman hidupnya, tapi yang pasti, Tuhan tidak akan lupa dengan janjiNya. Dia memiliki iman yang berdasar janji Tuhan, meskipun awalnya belum melihat kegenapan janji tersebut. Namun ternyata, dalam bijaksana Tuhan, penggenapan janji itu akhirnya tiba, dan tiba di zaman hidupnya Maria, bahkan, di dalam hidupnya secara pribadi. 

Malaikat datang kepadanya dan menyatakan bahwa ia akan melahirkan seorang anak laki-laki yang adalah penggenapan dari janji Tuhan kepada Daud sekitar 1000 tahun yang lalu. Anak itulah Tuhan kita Yesus Kristus. Natal adalah bukti bahwa Tuhan setia dengan janjiNya. Dia mengingat rahmatNya, seperti yang dijanjikanNya kepada Abraham dan keturunannya (Lukas 1:54-55). “Mengingat” bukan karena Tuhan lupa – justru kita yang seringkali lupa bahwa Tuhan itu setia dan tidak akan pernah lupa dengan janjiNya – Dia “mengingat” karena memang itulah saat yang tepat dalam kebijaksananNya untuk mengutus Sang Anak lahir ke dalam dunia (Galatia 4:4).

Bagaimana dengan kita di zaman ini? Janji apakah yang kita nantikan dan imani? Janji yang sama seperti yang Maria imani, yaitu janji yang Tuhan berikan kepada Daud. Janji tersebut belum sempurna penggenapannya. Sang Raja memang sudah lahir, tapi kerajaanNya yang kokoh itu belum berdiri secara sempurna. Kuasa Iblis yang penuh dengan ketidakdilan dan ketidakbenaran masih berkuasa di dunia ini. Natal mengajak kita untuk berharap dan beriman bahwa Tuhan akan menggenapi janjiNya, yaitu KerajaanNya akan berdiri kokoh dan kerajaan iblis akan dibinasakan. Ketidakdilan akan dihapuskan, ketidakbenaran akan diungkapkan, kekacauan berubah menjadi kedamaian, ketika nanti Sang Raja datang untuk kali kedua di dalam kemuliaanNya. Natal yang pertama di Betlehem bukanlah Natal yang terakhir dan satu-satunya. Sebagai orang yang percaya akan janji Tuhan, kita menanti Natal yang kedua, tapi kali ini bukan bayi yang mungil dan lemah yang akan lahir ke dalam dunia, melainkan Raja dan Hakim yang mulia yang akan turun ke dalam dunia. Tuhan akan sekali lagi mengingat rahmatNya bagi para keturunan Abraham, yaitu orang-orang yang dibenarkan karena iman. Tuhan memberkati.

Mungkin Anda juga tertarik

Sebagian percaya bahwa matahari adalah sumber kehidupan. Namun, sesungguhnya yang menyembah matahari adalah orang yang bodoh. Seharusnya, mereka bukan menyembah matahari, tapi menyembah Tuhan Yesus.

Natal adalah kisah di mana seseorang bisa memiliki begitu banyak alasan untuk berdukacita, namun justru, dia bisa bersukacita. Itu adalah kisah Maria. Natal adalah ajakan untuk kita bersukacita.