Natal: Datangnya Sang Pahlawan Perang (Lukas 1:49)
Pdt. Farlen Tatukude - 25 Desember 2025, 17:46
Bagi orang-orang yang menyadari hal inilah, Sang Pahlawan Perang itu, Anak Allah yang Mahatinggi itu, yaitu Yesus Kristus namaNya, Dia berperang. Semua manusia, oleh karena dosa mereka, sebelum dimenangkan oleh Kristus adalah orang asing, yatim, janda dan miskin di hadapan Allah. Masalahnya, banyak orang tidak mau mengakui hal ini. Mereka tidak merendahkan diri di hadapan Tuhan, malah meninggikan diri dengan menyatakan kebenaran mereka. Yesus berkata: Anak Manusia datang bukan untuk orang benar, tapi orang berdosa. Tidak ada orang benar sesungguhnya di bawah kolong langit, yang ada hanyalah yang menganggap dirinya benar. Semua orang sesungguhnya berdosa, maka semua memerlukan Sang Pahlawan Perang.
Dialah satu-satuNya yang sanggup mengalahkan kuasa Iblis yang mencengkeram manusia dengan kuasa dosanya. Dia melakukannya dengan cara hidup suci selama di dunia. Dia tidak jatuh ke dalam godaan dan cobaan iblis. Dia taat sampai mati di kayu salib. Di atas kayu salib, Dia tidak tergoda untuk membenci perbuatan jahat manusia, melainkan membalasnya dengan kasih. Setelah disalib, Dia masuk ke dalam kematian, supaya Dia bisa mengalahkan kematian. Dan, Dia membuktikan kemenanganNya dengan bangkit dari kematian. Hai maut dimanakah sengatmu? Maut tidak berkuasa untuk menahan Sang Pahlawan Perang di dalam kematian. Dia menang dan barangsiapa yang percaya kepadaNya akan ikut menang atas kematian.
Natal adalah permulaan dari berita kemenangan, yaitu lahirnya Sang Pahlawan Perang ke dalam dunia. Ia bukan berasal dari dunia, tapi dari sorga. Namun, Dia datang ke dalam dunia dalam rupa bayi yang lemah untuk satu agenda, yaitu memenangkan umatNya dari kesengsaraan spiritual, dan menjadikan mereka warga kerajaan Allah (vs. orang asing), anak-anak Allah (vs. yatim), mempelai wanita Kristus (vs. janda) dan orang-orang yang kaya di dalam kekayaan rohani (vs. miskin). Golgota adalah puncak peperangan dari Sang Pahlawan kita melawan kuasa iblis, dan hari ketiga setelah Golgota adalah inaugurasi kemenangan dari Sang Pahlawan Perang, yaitu Tuhan Yesus Kristus.
Maka, maukah saudara merendahkan diri mengakui kesengsaraanmu dan percaya kepada Yesus Kristus, Sang Pahlawan Perang, supaya engkau ikut menang atas kuasa Iblis yang menyengsarakan itu? Kiranya Tuhan menolong kita. Tuhan memberkati.
