Logo

Artikel

Natal: Kehangatan dan Api (Lukas 1:78 & Ibrani 12:29)

Pdt. Farlen Tatukude - 22 Desember 2025, 08:28

Kehangatan

Di beberapa tempat di belahan dunia ini, seperti di Norwegia, Finlandia, Canada, Alaska, orang-orang di sana bisa sekitar 1-2 bulan tidak melihat cahaya matahari. Tanpa matahari, maka keadaan menjadi sangat dingin. Sebaliknya, di beberapa negara dan sekarang makin banyak akibat pemanasan global, ketika musim panas tiba, temperature bisa menjadi sangat tinggi sampai antara 40-50 derajat celcius, sehingga orang bisa menjadi dehidrasi dan jatuh sakit, bahkan ada yang bisa meninggal. Matahari bisa membawa kehangatan, sekaligus dapat menghanguskan.

Ketika Tuhan Yesus datang ke dalam dunia, Ia disebut sebagai Surya Pagi, Sang Matahari. Dia datang untuk membawa kehangatan kepada manusia di bumi, yaitu kehangatan kasih Allah. Di mana ada kasih, di situ ada kehangatan. Keluarga yang ada kasih, berarti keluarga yang memiliki kehangatan, sehingga rumah akan menjadi menyenangkan. Sebaliknya, di mana tidak ada kasih yang ada hanyalah kedinginan. Keluarga yang tidak ada kasih, di situ tidak ada relasi antar anggotanya, maka rumah akan menjadi dingin dan tidak menyenangkan untuk ditinggali. Kristus datang membawa kehangatan kasih Allah ke dalam dunia.

Mungkin Anda juga tertarik

Anggapan bahwa Alkitab dan Sains bertentangan adalah keliru. Kedua bidang ini justru saling mendukung dan membantu kita memahami kebesaran Tuhan dengan lebih baik.

Natal adalah permulaan berita kemenangan, yaitu lahirnya Sang Pahlawan Perang ke dalam dunia. Maukah saudara merendahkan diri dan percaya kepada Yesus Kristus, Sang Pahlawan Perang?