Natal: Kehangatan dan Api (Lukas 1:78 & Ibrani 12:29)
Pdt. Farlen Tatukude - 22 Desember 2025, 08:28
Bagaimana kasih ini dinyatakan? Dengan pengampunan dosa. Kedatangan Yesus adalah untuk memberikan keselamatan kepada umatNya berdasarkan pengampunan dosa (Lukas 1:77). Dia datang untuk menjalani hidup yang taat kepada Bapa, sampai akhirnya mati di kayu salib demi menanggung hukuman dosa kita. Dia yang tidak berdosa menjadi dosa karena kita. Dan, kita yang harusnya dihukum, malah diampuni, karena Kristus. Itulah kasih Allah yang terbesar yang dinyatakan kepada kita. Bukan dengan memberikan uang atau kesehatan yang baik saja, tapi memberikan pengampunan dosa. Inilah kebutuhan utama manusia, karena kita semua sudah berdosa dan berada di bawah murka Allah. Namun, karena Kristus yang mati bagi kita, kita dapat diampuni.
Maka, maukah kita menerima kehangatan kasih Allah, yaitu pengampunan dosanya? Sebaliknya, jika kita menolak pengampunan, menyangkali keberdosaan kita, maka kita akan berhadapan dengan Matahari yang menghanguskan, karena Allah adalah Api yang menghanguskan (Ibrani 11:29). Ingat, matahari bukan hanya memberikan kehangatan, tapi dia juga bisa menghanguskan oleh karena teriknya. Natal adalah undangan untuk kita menerima kehangatan kasih Allah, yaitu pengampunan dosanya, karena yang datang ke dalam dunia adalah Sang Mentari. Tapi, Natal adalah sekaligus peringatan bahwa Sang Surya Pagi dapat menghanguskan orang-orang yang terus berdosa dan melawan Allah. Kiranya kita berada di bawah naungan kehangatan Sang Mentari, bukan sengatan panasnya.
