Ironi di Dalam Kisah Salib
Pdt. Farlen Tatukude - 19 April 2025, 06:27
Sesuatu disebut ironis, biasanya ketika apa yang sebenarnya terjadi justru bertentangan dengan yang diharapkan, sehingga seringkali memberikan efek lucu. Misalkan, dalam suatu pertandingan olahraga, sebuah tim yang seharusnya kalah, tidak punya peluang untuk menang, ternyata menjadi pemenang. Dan, yang seharusnya menang, justru mengalami kekalahan. Ini adalah suatu ironi, bahkan suatu humor, karena tak terduga.
Di dalam kisah salib Yesus ternyata ada begitu banyak ironi yang dapat kita jumpai. Kiranya ironi-ironi tersebut dapat membawa kita memuliakan Tuhan, bersyukur kepadaNya dan sekaligus melihat bagaimana rancangan Allah begitu sempurna, meskipun iblis dan kaki tangannya berusaha untuk menggagalkannya dengan segala cara, bahkan dengan cara yang paling jahat sekalipun, rancangan Allah tetaplah terjadi. Inilah humor Allah yang membuat kita seharusnya tertawa karena iblis dipermainkan.
1. Yesus dituduh dan didakwa, dan Dia pun tidak menjawab semua tuduhan tersebut. Bukan karena Dia bersalah dan tidak bisa mengelak lagi dari seluruh tuduhan itu, tapi justru, Dia rela dituduh untuk menanggung kesalahan kita. “… penyakit kitalah yang ditanggungnya dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah… Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, Dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya.”
2. Yesus Sang Kebenaran, oleh Pilatus, disandingkan dan dibandingkan moralitasnya dengan Yesus Barabas, sang pembunuh dan pemberontak. Sang pembunuh dan pemberontak dibebaskan, tapi Sang Kebenaran justru yang dihukum dengan hukuman yang harusnya diterima oleh seorang pembunuh dan pemberontak. Betapa tidak adilnya dunia ini! Tapi, Dia rela menerima ketidakadilan, demi supaya kita boleh mendapatkan keadilan (pembenaran) dari Bapa.
3. Sebelum Yesus naik ke atas salib, para tentara Romawi memakaikan mahkota duri dan jubah ungu kepadaNya sebagai sebuah ejekan bahwa Dia adalah raja orang Yahudi yang palsu. Tapi, sesungguhnya, melalui ejekan itu, mereka sementara melantik Yesus, karena Dia adalah Raja yang akan dimuliakan di atas salib.
4. Pilatus terlihat berusaha untuk membebaskan Yesus dari hukuman mati yang diinginkan oleh rakyat. Tapi, sesungguhnya, Yesus yang sementara berjuang untuk membebaskan umatNya dari hukuman maut akibat dosa. Oleh sebab itu, Ia harus naik ke atas salib.
