Cinta Akan RumahMu #1
Vik. Farlen Tatukude - 02 Februari 2025, 18:41
Setiap orang Kristen yang sejati, yang sudah lahir baru, yang sudah percaya kepada Kristus sebagai Tuhan & Juruselamat, sudah seharusnya bertumbuh di dalam Godly Zeal – suatu roh yang menyala-nyala bagi Tuhan, suatu kerinduan, hasrat, gairah untuk berbuat baik sesuai kehendak Tuhan dan suatu cinta yang membara untuk kemuliaan Allah.
Jika tidak ada godly zeal sama sekali, maka beberapa hal di bawah ini akan terjadi:
- Kekristenan hanya akan menjadi suam-suam kuku, yaitu tidak panas dan tidak dingin.
- Tidak akan ada orang yang seperti Pinehas yang menurut Tuhan sendiri: “giat membela kehormatanKu” (Bil. 25:11)
- Tidak akan ada orang yang seperti Daud yang ketika mendengar Goliat mencemooh barisan Israel (yang berarti juga menghina nama Tuhan Allah Israel) menjadi sangat terusik dan kemudian berkata kepada Raja Saul: “hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” (1 Sam. 17:32)
- Tidak akan ada orang yang akan dengan radikal berjuang melawan dosa sampai seolah-olah rela mencungkil matanya & memenggal tangannya, seperti kata Yesus (Mat. 5:29)
- Tidak akan ada orang yang rela seperti Yesus sampai dibenci, dimusuhi, bahkan dibunuh dibunuh karena menyatakan kebenaran.
Intinya, tanpa Godly Zeal, kita tidak akan mungkin mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa & kekuatan kita. Richard Baxter (1615-1691) pernah mengatakan: “to love God without zeal is not to love Him, because it is not loving Him as God.”
Tapi, pertanyaannya adalah apakah yang dimaksud dengan Godly Zeal?
Zeal itu berada di antara coldness (dingin) dan fever (panas yang tidak sehat). Kedua hal ini bukanlah yang Tuhan kehendaki dari umat Tuhan. Maka, zeal bukan coldness, tapi juga bukan fever, melainkan fervent spirit (roh yang terus bernyala).
Orang yang dingin adalah orang yang hatinya keras, tidak mau dibentuk dan tidak bisa menjadi berkat. Bisa jadi, dia adalah seorang Kristen sejati, namun mungkin sudah terlalu lama tidak berdoa, atau mungkin sudah terlalu lama tidak membiarkan Firman berkuasa atas hidupnya, atau mungkin sudah terlalu lama menyimpan dosa. Orang-orang yang seperti ini, mari kembali kepada Sang Api, yaitu Tuhan Allah kita, sehingga hatinya bisa menjadi hangat kembali.
Sebaliknya, orang yang panas tapi sakit (fever) adalah orang yang terlihat berjuang untuk Tuhan, untuk kemuliaan Allah, tapi sebenarnya dalam hatinya, dia berjuang untuk kepentingan dan kemuliaan dirinya (entah itu kelompoknya, gerejanya, dll). Ini adalah semacam api, tapi api yang liar yang bukan menghangatkan, melainkan membasmi orang lain (seperti kebakaran). Inilah yang biasa disebut dengan counterfeit zeal (api yang palsu). Richard Sibbes (1577-1635): “There is no true zeal to God’s glory but it is joined with true love to men; therefore let men that are violent, injurious, and insolent, never talk of glorifying God so long as they despise poor men.”
Selain itu, counterfeit zeal juga membuat orang terlihat berjuang untuk Tuhan, tapi tanpa pengetahuan & pengenalan yang benar tentang siapa Allah. Contoh yang bisa kita lihat dari Alkitab adalah Saulus yang berpikir bahwa Tuhan membenci para pengikut Yesus, sehingga ia harus mengejar & membunuh mereka. Ini adalah api yang berdasarkan kebencian, bukan cinta.
