Logo

Artikel

Prinsip-prinsip Dalam Pelayanan

Vik. Farlen Tatukude - 29 Juni 2024, 14:35

  1. Kita melayani karena kita meresponi anugerah  keselamatan yang Tuhan berikan
    Lukas 7:47 "Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah kuampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."

    Kita melayni bukan supaya kita dianggap hebat, bukan karena kita punya banyak waktu luang, bukan karena kita ahli. Tetapi, karena kita sudah dilayani oleh Kristus, maka kita mau melayani yang lain.

    Ingatlah cinta kasih Tuhan, sehingga kita tidak gampang ngambek, tidak menolah pelayanan. Kita harus selalu berusaha membuka diri untuk dipakai Tuhan lebih lagi.
     
  2. Pelayanan kita harus lebih dari sekadar profesionalisme

    Kita melayani pertama-tama bukan karena kita punya skill, dan seolah-olah Tuhan yang butuh kita.

    Kita melayani berdasarkan hati kita: 
    hati yang mau dibentuk, dan rendah hati. Orang yang punya hati akan kejar skill.

    1 Samuel 16:7 "Tetapi berfirmanlah Tuhan kepada Samuel: '...Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat hati"

    Kita pelayan, buka profesional. Profesional dibayar, tetapi pelayan rela bayar harga.

Mungkin Anda juga tertarik

Cerita ini mengisahkan sebuah kisah tentang seorang tuan yang pergi dan kembali untuk melihat bagaimana para staf melakukan tugasnya selama ketidakhadirannya.

Natal adalah kisah di mana seseorang bisa memiliki begitu banyak alasan untuk berdukacita, namun justru, dia bisa bersukacita. Itu adalah kisah Maria. Natal adalah ajakan untuk kita bersukacita.